Selain makanan khas Sepat dan Singang Pulau Sumbawa juga terkenal madu dan jamu kuat untuk menambah vitalitas atau roso seperti ungkapan mBah
Marijan, yang disebut 'Kebo Karong.' Jamu 'Kebo Karong' ini berasal tanaman yang merambat dan banyak ditemui di ladang atau hutan-hutan Pulau Sumbawa.
''Tetapi batangnya besar-besar, sebesar lengan orang dewasa dan itu yang digunakan untuk meracik jamu 'Kebo Karong','' kata Kelik Pribadi warga Labuhan Burung, Kabupaten Sumbawa Besar yang meramu 'Kebo Karong.'
Dijelaskan Kelik, cara mengkonsumsi jamu ini adalah racikan 'Kebo Karong' seberat dua ons direbus dengan air satu liter hingga mendidih dan air akan berubah menjadi kemerah-merahan. Kemudian air dituangkan di tempat air minum dan dicampur dengan madu. Setelah dingin air tersebut diminum hingga habis.
Racikan jamu tersebut bisa direbus lagi sampai tiga atau empat kali. ''Setelah tidak berwarna merah air rebusannya, racikannya dibuang dan diganti dengan yang baru,'' katanya.
Menurut Kelik, ramuan ini diperoleh dari pengalaman petani di Pulau Sumbawa yang tidak pernah membawa bekal air minum ketika bekerja di ladang atau hutan. Mereka mengandalkan tanaman Kebo Karong yang banyak ditemui di ladang mereka.''Para petani di sini, kalau haus tinggal memotong batang tanaman 'Kebo Karong' dan meminum air yang keluar dari batang. Tampaknya ini menjadikan petani Sumbawa menjadi Karong (kuat, kekar atau roso),'' kata Kelik.
Berdasarkan pengalaman ini, Kelik mencoba meraciknya untuk dijadikan sebagai minuman suplemen. Agar bisa dibawa ke mana-nama, tanaman 'Kebo Karong' tersebut dikeringkan dan dikonsumsi dengan cara direbus. ''Saya sudah membuktikan ternyata badan menjadi tidak cepat lelah,'' katanya.
Kelik mengakui memang belum ada penelitian secara laboratoris terhadap tanaman ini. Namun berdasarkan pengalaman dari orang-orang yang mengkonsumsinya ternyata cukup mujarab sebagai jamu kuat.







